MUMTAZ!! ALUMNI MAN 2 MATARAM RAIH GELAR DOKTOR DENGAN NILAI SEMPURNA DI TAIWAN

Minggu, 08 Agustus 2021 13:50

MUMTAZ!! ALUMNI MAN 2 MATARAM RAIH GELAR DOKTOR DENGAN NILAI SEMPURNA DI TAIWAN

Gambar- Kolase Sosok Apt., Lalu Muhammad Irham, M.Farm., PhD- Alumni MAN 2 Mataram Wisudawan Terbaik dengan IPK: 4.00  

Taipei- Jika anda pembaca setia website Kemenag NTB spesial berita-berita MAN 2 Mataram, Anda tentu masih ingat dengan sosok ini. Medio 29 Desember 2020 lalu berita tentang sosok ini pernah ditulis oleh Humas MAN 2 Mataram. Judul beritanya waktu itu adalah: Assalamu’alaikum Taiwan, Ni Hao Ma? (Cerita Indah dari Sakra sampai Taipei). Saat itu Ia masih menyelesaikan disertasinya. Nama lengkapnya kini semakin panjang- sepanjang gelarnya. Apt., Lalu Muhammad Irham, M.Farm., PhD.

Dari namanya saja jelas jika Irham adalah pemuda asli Lombok. Tepatnya dari Sakra Kabupaten Lombok Timur. Terlahir 08 Agustus 1991 lalu, otomatis hari ini Irham tepat berusia 30 tahun. Gelar Doktor ia peroleh beberapa bulan sebelum genap usia 30 tahun. Hal ini bukan tanpa sebab, pernah Irham bercerita jika ia ditantang oleh Mamiq-nya (Bapak dalam Bahasa Sasak untuk kaum bangsawan), mungkinkah ia bisa meraih gelar Doktor-nya sebelum berusia 30 tahun dengan biaya sendiri.

Irham bertutur jika saat itu ia mantap menerima tantangan Mamiqnya. Terbukti ia berhasil meraih full scholarship sampai selesai. Untuk mengisi tantangan itu, tentu belajar dan tinggal di laboratorium adalah kesehariannya. Praktek dan melakukan ragam eksperimen layaknya makanan lezat baginya. Semua dilahap. Hampir tidak ada buku yang luput darinya.  Di samping tantangan Mamiqnya, Irham juga terpacu karena rasa penasaran ingin menaklukkan Negeri Surya Formosa (Negeri yang Indah) ini.

Ia juga termotivasi dari pernyataan salah seorang temannya yang menyatakan jika pintu rizkimu mau terbuka lebar, maka tuntutlah ilmu setinggi-tingginya. Pesan temannya itu bermakna bahwa dengan menyelesaikan studi S3, tentunya banyak peluang yang bisa diperoleh. Khususnya relasi atau jejaring di luar negeri begitu juga dengan skema penelitian. Dengan demikian, ia bisa melakukan join research dengan teman-teman di dalam dan luar negeri. 

Berkat ketekunan itu akhirnya berbuah manis.  Ia diyudisium dengan nilai SEMPURNA, yakni IPK: 4,00. Di wisuda dua bulan sebelum genap berumur 30 tahun, tepatnya Juni lalu. Ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa kalau tidak boleh dikatakan edan, maka ungkapan: you are amazing, special and inspiring others patutlah disematkan untuk sang brilian.

Saat ini Irham or Lalu merupakan Dosen Tetap Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada Fakultas Farmasi. Fakultas ini merupakan salah satu Fakultas Farmasi terbaik di Indonesia. Irham pun laris menjadi pembicara pada perhelatan-perhelatan internasional.

Hasil penelitian Lalu Irham banyak dipublikasikan. Di antaranya di jurnal bergengsi sekelas “Medicine”; yang terindeks Web of Science. Ia juga mengikuti Annual Conference of the Pharmaceutical Society of Taiwan bulan November 2020 di Taipei. Pada even ini, ia mendapatkan penghargaan poster terbaik dari penyajian hasil penelitiannya yang berjudul “Evaluation for the Genetic Association between Store-Operated Calcium Influx Pathway (STIM1 and ORAII) and Human Hepatocellular Carcinoma in Patients with Chronic Hepatitis B Infection”. 

Dari 2014-2020 sudah sembilan artikel yang di terbitkan di Jurnal International bereputasi. Salah satu artikelnya tentang Covid-19 yang berjudul “Genetic Variants that Influence SARS-CoV-2 Receptor TMPRSS2 Expression among Population Cohorts from Multiple Continents” mendapatkan penghargaan sebagai penulis artikel terbaik dari Kemenristek/BRIN pada penganugerahan Hak Kekayaan Intelektual Produkutif dan Berkualitas (HKIPB) tahun 2020. 

Awal Desember tahun 2020, Mr. Lalu mendapatkan penghargaan dari UAD sebagai dosen berprestasi bidang Publikasi Ilmiah, dengan kriteria artikel ilmiah yang diterbitkan di High Impact Journal selama kurun waktu Januari-Desember 2020. Selama studi S3 ia dibimbing oleh 3 Professor yaitu Prof. Wei-Chiao Chang, Prof Wan-Chen Huang dan Prof. Hwai-I Yang. Kedua pembimbingnya lulusan dari Oxford University dan National Taiwan University. 

Irham bersyukur dibimbing oleh Profesor yang bukan hanya baik, tetapi juga sangat mendukung penyelesaian pendidikan tepat waktu. Ia bertutur selama studi S3, Irham mengerjakan bagian dari big project tentang hepatitis B dan kanker hati. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek Wakil Presiden Taiwan saat itu, yaitu Professor Chen Chien-Jen seorang epidemologist. 

Mr. Lalu sebagaimana para Profesornya lebih exicted memanggilnya demikian, dinyatakan lulus ujian doktoralnya dari School of Pharmacy, Taipei Medical University (TMU)- Taiwan setelah diuji oleh tujuh Professor di bidang genetik. Dalam ujian ini ia memperoleh nilai A. Judul disertasinya yaitu “Susceptibility Gene Identification and Genome-Based Drug Repurposing in Hepatocellular Carcinoma”. Dari perjalanan PhD-nya, ia dapat mempublikasi empat artikel di Jurnal Internasional bereputasi. Selain itu ia juga mempresentasikan hasil semua penelitiannya di lima negara, yakni Hongkong, Cina, Jepang, Taiwan dan Indonesia.

Awal mula Irham memilih Taiwan sebagai destinasi studi S3 karena calon advisor-nya expert (ahli) di bidang Genom, bidang ilmu yang sejak awal digeluti olehnya. Penelitian tentang Genom pasien TB juga ia lakukan sejak menyelesaikan pendidikan Magisternya. Ketika menempuh pendidikan S3-nya, ia mengambil konsentrasi Genom pada pasien Hepatitis B dan liver cancer/kanker hati.

Putra pasangan Bapak Lalu Muh. Ali dan Ibu Airmah ini bersyukur, selama menempuh pendidikan S3-nya, ia mendapatkan banyak keringanan dan dukungan terutama dari teman-teman Indonesia dan Taiwan-nya. Si Cerdas ini memiliki pergaulan luas, pribadi yang rajin beribadah, mudah bersosialisasi, ringan tangan sehingga tak heran ia memiliki banyak teman dari berbagai negara. Berkat kesholehannya ia dipercaya menjadi Ketua Lazis di Taiwan. Ia ramah, murah senyum dan selalu bersikap ta’zim ke guru-gurunya. 

Ia mengaku merasa beruntung dapat menyelesaikan studi S3 ini, tentu keberuntungan ini juga tidak lepas dari dukungan dan do’a kedua orang tua dan guru-gurunya. Hal-hal yang diperoleh Irham selama proses studi lanjutnya adalah bagaimana ia belajar mengasah kemampuan meneliti di laboratorium dan membuat jejaring kerja (networking). Dua hal ini penting karena ketika terjun ke masyarakat, ia dituntut untuk mandiri dalam menyelesaikan riset tanpa bantuan orang lain. 

Irham mengaku banyak pelajaran yang diperoleh dalam menyelesaikan gelar doktornya, seperti menjadi lebih disiplin, terlatih mereview artikel ilmiah yang terpublikasi internasional di jurnal yang bereputasi (high impact journal), professionalitasnya benar-benar teruji, piawai dalam teknik analisis data, rajin melakukan penelitian kolaborasi dan masih banyak lagi. Pengalaman-pengalaman tersebut tentu akan sangat berharga di kemudian hari dalam membentuk pribadinya yang mandiri.

Irham sangat encourage para juniornya khususnya di MAN 2 Mataram. Adik-adik harus punya cita-cita menempuh pendidikan tertinggi (baca: S3), supaya banyak peluang bisa diraih. Masa depan pasti banyak tantangan, kompetisi yang semakin ketat, apalagi akan memasuki revolusi industri 5.0. Suka tidak suka, kita harus memiliki amunisi dan bekal yang cukup untuk menghadapinya.  Ia berkeyakinan selama ada kemauan dibarengi niat yang kuat, ikhlas dan tawakkal semuanya bisa dilalui. Where is there is a will, there is a way.

Pegangan utamanya yakni menjadikan perjalanan hidup bermakna dan bernilai.  “For me the life is such a giant of puzzle, every piece of our puzzles is just an important as the others to make big picture in our lives. A journey of getting a PhD degree is one a big picture in my life”, tuturnya.

Jadi yang terpenting adalah bagaimana kita menyelesaikan tugas hari ini dengan baik, begitu juga dengan adik-adik di MAN 2 Mataram. Mari jadikan masa belajar layaknya sebuah puzzle yang bermakna sebagai sebuah tantangan untuk menyambut esok yang lebih baik. Salah satunya dengan berprestasi di berbagai bidang. InsyaAllah peluang-peluang lain yang lebih baik akan berpihak kepada kita, urainya. 

Jangan takut untuk bermimpi, jangan takut memiliki asa yang tinggi. Karena di balik mimpi dan asa itu, Allah memiliki rencana yang begitu indah untuk kita. Selama kita berdo’a dan berikhtiar. Yakinlah akan kebesaran-Nya, karena sesungguhnya Dia Maha Berkehendak atas segala makhluk.

Happy Bornday Apt., Lalu Muhammad Irham, M.Farm., PhD. semoga sehat, panjang umur, semakin sukses dan dapat mengamalkan ilmunya kelak kepada adik-adiknya.  Jadikan gelar PhD-mu sebagai kado usia 30 tahun terindah yang diberikan Allah untukmu. Menjadi PhD bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan mengamalkan ilmu yang sesungguhnya. 

Semoga tulisan ini bisa menjadi teman dalam perjalanan kembali ke tanah air. Bravo!![Siti Rahmi-Humas M2M].

Link berita lain Irham dapat dilihat di: https://ntb.kemenag.go.id/baca/1609221660/assalamu-alaikum-taiwan-ni-hao-ma-cerita-indah-dari-sakra-sampai-taipei

INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG:Humas MAN 2 Mataram

FB:Humas MAN 2 Mataram

YT:Humas MAN 2 Mataram

Website: www.manduamataram.sch.id

Email: humasman2mataram@gmail.com


29164

INFORMASI LAINNYA