Gerakan Sejuta Vaksin Bagi Santri

Senin, 13 September 2021 14:39

Gerakan Sejuta Vaksin Bagi Santri


Inmas_Mataram. Sinergitas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB dengan POLDA NTB. Pelaksanaan vaksinasi serentak di tiga pondok Pesantren di Kabupaten Lombok Barat yaitu sebanyak 1050 orang santri menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama, dengan merk Sinovac. Vaksinasi massal diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Polda NTB Senin (13/9/2021).


H. Iskandar selaku Kepala Bidang Pakis menyebutkan, ribuan santri dan pengurus ponpes peserta vaksinasi tersebut berasal dari tiga ponpes, antara lain Ponpes Nurul Hakim Kediri 700 Santri, AD Diinul Qoyyim Kapek 150, Pondok pesantren At Tajzib Kekait 200.


Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi NTB Dr. H. M. Zaidi Abdad dalam arahannya menyampaikan sesungguhnya kesehatan adalah Mahkota bagi orang yang sakit, oleh sebab itu di harapkan kepada seluruh santri harus vaksin, dan yang sudah menerima suntikan vaksin bisa mengajak sanak saudara maupun teman-temannya untuk menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah. 


Di sela pangarahnya Zaidi tidak lupa mengadakan kuis bagi santriwan/wati Ad Diinul Qoyyim bidengan dengan mengajukan beberapa pertanyaan, bagi siapa saja yang biasa menjawab lansung di berikan hadiah, sontak para santri bertepuk tangan sambil mengangkat tangan.


“Alhamdulillah mereka sudah memahami betul keperluan untuk divaksin, walaupun mereka secara penerapan protokol kesehatan sudah cukup bagus untuk mencegah penularan Covid-19 seperti mengenakan wajib masker, mencuci tangan, jaga jarak, serta tetap Berdoa. Vaksin sebagai wujud ikhtiar tambahan untuk dalam menjaga herd immunity terhadap paparan Covid-19,” tegas Zaidi.


Selanjutnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi NTB menerangkan, kegiatan vaksinasi diselenggarakan secara massal melalui Gerakan Pesantren bervaksin Zaidi berharap, sesuai instruksi Menteri Agama, ke depan seluruh santri dan pengasuh ponpes bisa mendapatkan vaksinasi.


“Sesuai instruksi Menteri Agama seluruh santri dan pengasuh ponpes bisa tervaksin semua secara bertahap demi kebaikan dan keselamatan bagi semua. Di samping prokes 5M, juga selalu ikhtiar melalui doa. Kami berharap semua pihak dapat mendukung program vaksinasi ini,” papar Zaidi.


Salah seorang santri peserta kegiatan vaksinasi,Fitriani Hasanah dari Ponpes Attahzib kekait, mengaku lega bisa mendapatkan suntikan vaksin. Meski, awalnya ia mengaku takut divaksin.


“Rasanya tidak sakit seperti digigit semut. Awalnya memang saya sempat takut, karena banyak beredar di media sosial tidak sedikit yg mati karena di vaksin. Tetapi, ternyata tidak sakit, harapannya dengan sudah divaksin, kita semua bisa selalu sehat dan tidak tertular virus Covid-19,” tandasnya.

Humas


65

INFORMASI LAINNYA