"GSMB", Mewujudkan Mimpi Menjadi Nyata

Senin, 13 September 2021 22:01



“GSMB”,… Mewujudkan Mimpi Menjadi Nyata.

Salah satu misi dari MIN 1 kota Mataram adalah menyeimbangkan empat prinsip dasar pendidikan karakter yaitu olah hati, olah pikir, olah raga, dan olah karsa. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan upaya meningkatkan kompetensi guru baik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Keseimbangan empat prinsip dasar pendidikan karakter tersebut diharapkan dapat diaplikasikan melalui pengembangan budaya literasi di lingkungan madrasah. Baik melalui kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Dalam rangka menyukseskan program Gerakan Literasi Sekolah, Nyalanesia menyelenggarakan program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) tahun 2021. Program ini diselenggarakan secara tahunan dengan rangkaian program seperti lomba menulis tingkat sekolah, penerbitan dan percetakan buku antologi sekolah ber-ISBN, pelatihan dan sertifikasi kompetensi, seminar nasional, pengembangan Duta Literasi Sekolah, pemecahan Rekor MURI dan acara puncak Festival Literasi Nasional.

MIN 1 kota Mataram bekerjasama dengan salah satu Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional), bapak Hasanuddin, M.Pd.I dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) se-KKM MIN 1 kota Mataram pada hari sabtu, 11 September 2021 lalu. Dalam sosialisasi tersebut diharapkan minat dan semangat para guru untuk mengembangkan budaya menulis mereka kian meningkat. Guru tidak hanya disibukkan dengan rutinitas mengajar saja, melainkan dapat meluangkan waktu untuk memulai kebiasaan menulisnya. Menulis apa saja yang terkait dengan profesi maupun potensi yang terdapat dalam diri mereka masing-masing. Sebagian besar para guru masih merasa malas dan kurang percaya diri untuk menuliskan karyanya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya motivasi diri memulai pembiasaan budaya menulis itu sendiri. Mereka masih bingung harus memulai dari mana. Padahal untuk menjadi penulis pemula, tidak perlu menunggu inspirasi datang baru kemudian menulis, melainkan menulislah, maka inspirasi itu akan datang dengan sendirinya. 

Sejak dini, peserta didik pun harus dibiasakan untuk berlatih menulis walau dari hal-hal sederhana dan dari kehidupan di sekeliling mereka. Menggalakkan budaya literasi seperti sikap gemar membaca, menulis cerita/puisi, bercerita, atau mengungkapkan pendapat mereka dengan gaya bahasa sendiri, akan sangat berpengaruh dalam perkembangan kemampuan mereka. Pemberian motivasi berupa apresiasi, memfasilitasi mereka dengan berbagai macam sumber bacaan, majalah dinding, pojok baca, mengadakan berbagai ajang kompetisi literasi, dan kegiatan pembelajaran yang dikelola sedemikian rupa akan dapat merangsang dan menggali potensi mereka yang terpendam. Setidaknya melalui Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) ini, baik para guru dan siswa dapat termotivasi untuk menghasilkan karya mereka walau dalam bentuk sebuah buku sederhana. 

(Henny Marlina, MIN 1 Mataram).

183

INFORMASI LAINNYA