Kakanwil Kemenag NTB : Foto Menteri Agama Merangkul Gay adalah Hoaks

Selasa, 17 Mei 2022 08:52

Kakanwil Kemenag NTB : Foto Menteri Agama Merangkul Gay adalah Hoaks


Mataram  (Humas) --- Belum reda berita foto hoaks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas terkait penggunaan dana jamaah haji untuk pembangunan Ibu Kota Negara ( IKN ), beredar lagi foto Gus Menteri  merangkul salah satu oknum pelaku penyimpangan sexual, yaitu Ragil Mahardika yang disinyalir seorang Gay.   


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. M. Zaidi  menegaskan, beredarnya foto Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang merangkul Ragil Mahardika dalam beberapa waktu terakhir adalah foto hoaks. Ragil merupakan gay yang menikah dengan pria asal Jerman. Beberapa waktu lalu ia diundang dalam acara Podcast Deddy Corbuzier.


‘’Ahli sudah memeriksanya, foto tersebut adalah foto hoaks atau photo palsu,’’ tegas Kakanwil di Mataram Senin, (16/05/2022). Menurut Kakanwil, serangan hoaks ini sudah sering terjadi. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, Menag sudah dua kali diserang berita Hoaks yakni terkait narasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang meminta masyarakat ikhlaskan dana haji dipakai pemerintah untuk IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara.


‘’Sekali lagi saya tegaskan, itu adalah narasi fitnah dan menyesatkan. Dan bagian bentuk fitnah yang keji,’’ ungkap Kakanwil. Karenanya Kakanwil setuju pernyataan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi yang menduga ada sekelompok orang yang sengaja membuat informasi hoaks menjadi viral di media sosial. Tujuannya, kata dia, agar citra tokoh agama yang kebetulan menjadi pejabat negara era Joko Widodo menjadi buruk.


Tujuan lainnya adalah membuat masyarakat tidak percaya pada pemerintah, resah, panik, adu domba, perpecahan, dan lainnya. "Tindakan ini harus ditindak tegas oleh aparat Penegak Hukum,’’ pintanya. Dalam kesempatan tersebut, M. Zaidi juga meminta kepada seluruh jajaran aparatur Kemenag NTB untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berita-berita dan foto bohong tersebut. Dan kepada masyarakat, Kakanwil yang juga seorang Akademisi dan Da'i ini minta untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan informasi, berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.


Masyarakat hendaknya selalu Tabayyun, kroschek terhadap informasi yang diterima. Terhadap pelaku pembuat, pengedar informasi hoaks, fitnah yang meresahkan, mengadu domba, memecah belah masyarakat aparat harus ditindak tegas, pintanya. Berita hoaks, fitnah yang beredar dapat memicu keresahan, perpecahan di tengah masyarakat, apalagi masyarakat yang memiliki heterogenitas yang kompleks seperti Indonesia.


Selain bertentangan dengan norma, etika dan hukum, pembuat, penyebar hoaks, fitnah sangat dilarang, bertentangan dengan Agama, oleh karenanya aparat diminta untuk tanggap dan tegas menindak,dan kepada Tokoh Agama, Masyarakat, Ormas, Pemuda  hendaknya rajin dan terus memberikan sosialisasi, pemahaman terhadap masyarakat, jamaah dan komunitasnya, ungkap M. Zaidi.


276

INFORMASI LAINNYA